Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Minggu, 19 November 2017

SIAPA AKU? MENGAPA LUPA DIRI?

Tiba-tiba saja air mata menetes. Entah ini air mata kerinduan atau luka. Mencoba bertanya pada hati, namun isak tangis semakin mendera. Pikiran pun semakin tak tearah. Hingga cermin yang sedari tadi mengawasi—memanggil dan memintaku untuk mendekat. Dengan langkah gontai, kudekati cermin itu. Aku tak mengerti apa yang diinginkan, hanya mengikuti perintahnya.

"Siapa aku?" tanyaku pada cermin.

"Coba perhatikan dirimu yang ada dalam diriku. Maka kamu akan menemukan jawabannya."

Napas seakan terhenti ketika melihat diriku yang ada di dalam cermin tersebut. Gerimis bukan berhenti, malah menjadi hujan deras bahkan badai datang tanpa pemberitahuan. Percakapan antara aku dan cermin semakin serius.

"Aku hanyalah manusia tak tahu terima kasih. Padahal Allah telah memberikan banyak hal padaku," ucapku yang masih menangis sesenggukan.

"Jika kamu menyadarinya, lantas mengapa hati dan pikiranmu terkadang tak bersatu?"

Mulut menjadi terkunci. Namun, air mata masih menetes.

"Cobalah buat hati dan pikiranmu berdamai. Tetap berserah diri pada-Nya. Dan renungkanlah segala sesuatunya dengan hati yang damai. Pun pikiran yang tenang."

Kini, aku sadar ....
Adalah kita yang lupa akan kesalahan sendiri karena terlalu sibuk menilai kesalahan orang lain.
Adalah kita yang sibuk mencari kebahagiaan, namun lupa cara bersyukur.
Adalah kita yang tak pandai bersyukur padahal Allah telah banyak memberikan nikmat tanpa diminta sekalipun.
Adalah kita yang menyalahkan takdir, sedangkan Dia sudah banyak membersihkan nama baik kita dengan menutupi aib-aib atau kesalahan yang diperbuat.
Adalah kita yang tak luput dari dosa, tapi Allah selalu memberi kesempatan untuk kita memperbaiki diri.
Adalah kita yang sibuk mencintai makhluk-Nya, sampai lupa Allah-lah yang pantas mendapatkan cinta yang besar.
Adalah kita yang suka menggerutu, menyalahkan orangtua atas satu ketidakadilan yang di dapat, padahal banyak hal yang orangtua kita lakukan hanya untuk membuat anak-anaknya bahagia.
Adalah kita yang lalai akan menjalankan perintah-Nya, namun Dia tetap memberikan nikmat yang kita peroleh di dunia ini, termasuk makan, minum, kemewahan, sahabat, keluarga, panca indera, dan lainnya.
Adalah kita yang lupa membaca Al-Qur'an padahal setiap hari membuka ponsel untuk melihat status-status teman media sosial yang kebanyakan mudharat (tidak ada manfaat) daripada faedah (manfaat) yang bisa kita petik.

Yah, kita adalah seseorang yang lupa akan tujuan hidup sebenarnya. Karena terlalu asyik dengan urusan dunia, jadi lupa akan urusan akhirat. Lalu, masih pantaskan untuk mengeluh? Masih bisakah lalai akan menjalankan perintah-Nya? Jika tubuh telah terbalut oleh kain kafan, apa masih bisa kita kembali memperbaiki kesalahan yang dilakukan? Semua yang ada di dunia ini akan di pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Ini bukan sebuah sindiran, sok menasihati orang lain, tapi ini adalah renungan untuk kita semua.

Lampung, 19 November 2017
✍ @irmadewimeilinda

Sabtu, 16 September 2017

Kenali Produk Anda Lebih Baik



Bagi Anda yang berstatus marketing atau yang punya bisnis dan tidak tahu bagaimana cara menjual produk agar bisa diminati banyak pembeli—ini loh ada buku yang cocok untuk menaikan omset Anda (insya Allah). Penjualan online saya rasa sudah tidak tabu lagi, bahkan toko-toko besar sekalipun sekarang selain berjualan offline, mereka juga berjualan online untuk menghasilkan profit yang luar biasa.

Dalam usaha apapun, pendapatan tidak stabil itu sudah biasa. Saat pendapatan turun drastis, bahkan kerugian dialami—cobalah untuk berinovasi yang baru. Cari cara agar keuangan bisa kembali seperti semula. Namun, setelah berada pada puncak keberhasilan dan pendapatan naik drastis, tetaplah pertahankan. Teori memang terkadang lebih mudah dengan apa yang kita terapkan, tapi tetaplah optimis disertai doa dan usaha.

Nah, buku ini cocok untuk pembisnis yang ingin penghasilannya bertambah 2 kali lipat bahkan lebih, tidak tahu cara berjualan untuk menaikan penghasilan disebabkan persaingan bisnis karena persaingan yang semakin besar.

Tunggu apalagi, ayo diorder Pak, Bu, buku Kitab Jualan Online. Mumpung masih harga promo. Harga sampai tanggal 4 Oktober 2017 sebesar Rp 135.000, 00 (untuk 300 pembeli pertama), harga berikutnya Rp 325.000, 00. Pemesanan bisa hubungi 085768405526 (only WA) atau inbox facebook 'Irma Dewi Meilinda' atau bisa juga lewat IG @irmadewimeilinda.

Rabu, 04 Januari 2017

RISAU



RISAU
oleh: Princess Meymey dan Anna Wandira

Kerisauan ini terjadi lagi
Haruskah kuberhenti berharap
Saat mimpi 'kan menjadi nyata?
Ahh ... kehidupanku ambigu!

Di saat tangan sudah erat menggenggam
Lantas haruskah melepasnya begitu saja
Hanya demi rintangan yang tak seberapa?

Karena terlalu banyak rintangan yang menghalang
Begitu banyak beban yang dipikul
Kaki menjadi enggan 'tuk melangkah
Namun seketika cahaya hadir
Mungkinkah masih ada secercah harapan
'tuk melanjutkan mimpi yang telah dinantikan?

Rintangan hadir bukan untuk melemahkan
Melainkan menguatkan keyakinan
Dan menjadikannya utuh; kukuh ...

Berulang kali kumemikirkan ini
Dan ingin mengakhiri semua cerita
Yang telah melekat dalam diri
Tapi kerisauan tetap saja ada
Hanya dedoalah yang dapat menenangkan jiwa

Via Facebook, 03 Januari 2017

Duka Terbalut Rindu


Duka Terbalut Rindu
oleh: Hian Alysya dan Princess Meymey



Rindu
Menggenggam kata
Tanpa ngilu
Di titik raga

Dan apakah sajak masih bergelora?
Di pena dan hati
Kalian; para pujangga ...

Seuntai sajak kutulis
'tuk ungkapkan rasa
Rasa yang menggema dari hati

Rindu ...
Satu kata yang menyiksa
Jika raga tak mampu bertemu

Wahai pujangga ...
Dengarkan bisik kata rindu
Lewat angin yang menyapa

Dan kemudian ...
Angin bersemilir ke Utara
Sementara rindu terjatuh di beranda hati

Kata hampir hilang
Di buaian luka
Luka yang terbalut semakin terasa sakit

Adakah secercah harapan 'tuk kita bertemu meski hanya satu menit?
Rindu ini tak bisa terobati walau sajak mampu menenangkan jiwa
Berharap esok 'kan beradu dalam tatapan kerinduan

Harapan selalu ada selama jiwa percaya
Rindu 'kan mekar di penantian
Meski bukan esok

Luka sebab rindu gugur kala sua ....

Lampung, 14 November 2016

Selasa, 03 Januari 2017

Saat Dilema Menghampiri




Saat Dilema Menghampiri
oleh: Princess Meymey dan Anna Wandira


Kapan semua 'kan seperti sedia kala

Dimana tidak ada rasa kecewa
Dan tak ada kesedihan dalam hidup ini
Aku tahu semua butuh proses
Dan akan indah pada waktunya
Ah, klise!
Mungkin kita pun akan berjumpa pada waktu yang tepat
Ketika masa bergerak,
yakinlah telah kau bangun segala kekuatanmu untuk menujuku
Tapi tak semudah itu kutemui dirimu
Karena sapaanku saja terhalang oleh dinding
Ah ... tidak!
Bukan dinding sebagai penghalang
Tapi hasratlah yang enggan 'tuk bertemu
Aku pun dilema akan diri ini
Kaki seakan enggan 'tuk melangkah
Apakah hasrat tak lagi bersahabat oleh waktu
yang bersemangat 'tuk menemuimu?
Hapuslah aku ...
Ciptakan bahagiamu sendiri
Karena bersatu bukan gairah dari sepihak
Bahkan menghapus bayang-bayangmu pun aku tak mampu
Adakah secercah harapan 'tuk memulai kisah baru
Dan mengubur kisah lama yang menuai air mata?
Entahlah ...
Aku tak tahu takdir apa yang 'kan terjadi berikutnya
Hanya bisa mengikuti alur cerita ini
Cerita dari-Nya; Allah ....


Via Facebook, 05 Desember 2016

Sabtu, 15 Oktober 2016

Panti Nurul Islam Peringati Hari Santri Nasional

Panti Asuhan Nurul Islam
Cabang Way Muli - Lampung Selatan
Mengadakan Acara untuk Memperingati Hari Santri yang Bertepatan pada Tanggal 22 Oktober 2016




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Beberapa bulan yang lalu Panti Asuhan Nurul Islam mengadakan launching Saung Ilmu bersama kakak-kakak AdaDaya Lampung Selatan.

Kali ini dalam memperingati hari Santri Nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober. Untuk memeriahkan hari yang penting itu, para santri memberikan penampilan/pertunjukan drama musikal yang berjudul "Sandaran Hati" (Salam Kenal dari Panti di Hari Santri).

Selain itu ada celebrate hari santri, dan photo booth seasonnya juga loh. 😱😍😍😘

Acara tersebut akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : Saturday Night, 22 Oktober 2016
Jam : 08.00 PM
Tempat : Desa Pangkul, Kec. Rajabasa, Kab. Lampung Selatan (Panti Asuhan Nurul Islam Cabang Way Muli Lampung Selatan)

Support us with donate :
Rek. BNI 0394806952
a.n Ani Riyani Sekar Wulan

More info :
0878 9990 8011 / 0822 8213 2291

Mohon dukungannya untuk Panti Asuhan Nurul Islam Cabang Way Muli-Lampung Selatan, dalam rangka memperingati hari Santri Nasional. Apapun bentuk dukungan yang kalian berikan sangat berarti untuk mereka, baik dalam segi materi, doa, ataupun menyebar luas info ini. Semoga acaranya berjalan dengan baik. Untuk donasi berupa uang, silakan kirim ke nomor rekening yang tertera diinfo. Thank's untuk dukungannya. Semoga Allah membalas kebaikan yang diberikan. 😊

Catatan Hati Kedua Orang Tua

Catatan Hati Kedua Orang Tua
Oleh Irma Dewi Meilinda



Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, jangan kecewakan kedua orang tuamu. Sejak dalam kandungan seorang Ibu, kedua orang tua selalu berharap anak yang akan lahir, terlahir menjadi sosok malaikat yang baik hatinya, mempunyai tutur kata yang lembut, dan mempunyai prilaku yang sopan santun.

Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, di saat kau masih balita. Senyum tawamu membuat hati senang, damai dan tenteram. Senyuman bak malaikat yang turun dari surga yang dititipkan kepada kami. Perhatian dan kasih sayang yang kami berikan kepadamu bak permata hati yang tak dapat digantikan oleh apapun bentuknya. Kehormatanmu bak mahkota raja yang harus dihargai dengan rasa hormat. Kebanggan kami menjadi kedua orang tuamu, jikalau engkau berbakti kepada kami.

Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, kami tak pernah meminta apapun itu untuk kau berikan kepada kami dalam alasan apapun itu. Yang kami inginkan hanya kau selalu berbakti kepada orang tua, menghormati orang lain, menjadi orang yang kuat dan sabar, berprilaku yang baik dan sopan, selalu ingat Allah (Rajin Ibadah), serta kami meminta kepadamu; jangan abaikan semua nasehat-nasehat yang kami berikan untukmu. Semua itu semata-mata agar permata hati kami selalu menjadi kebanggan semua orang. 

Catatan Penting :
Ketika kedua orang tua sedang memberikan nasehat untukmu, cobalah dengarkan. Jangan kau abaikan nasehat kedua orang tuamu, karena tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anaknya. Semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Jika kau mengabaian nasehat mereka, maka hati kedua orang tuamu akan menjadi rapuh, sedih dan kecewa. Bahagiakanlah mereka selagi mereka masih hidup, sebelum kau menyesali karena pernah mengabaikan nasehat-nasehat yang mereka berikan.

Lampung, 29 Juli 2015

Nasihat Seorang Ibu Kepada Anak Perempuannya

Nasihat Seorang Ibu
Kepada Anak Perempuannya
Oleh Irma Dewi Meilinda



Nak, Ibu yang sudah mulai menua ini hanya ingin melihat kalian bahagia. Dalam dekapan seorang Ibu, membelai mesra dan lembut anak-anaknya. Ibu yang tak habis memberikan tenaga dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Selalu memanjakan anak-anaknya, dan menasehati mereka agar tak salah jalan.

Nak, Ibu yang sudah tua renta ini. Tak dapat lagi menopang tubuh ini saat berjalan. Tak sekuat kalian yang masih muda. Tiada ibu yang tidak bangga jika anak-anaknya menjadikan kebanggan untuk keluarga dan masyarakat.

Nak, dirimu bak bidadari yang dirindukan surga. Bak cahaya yang selalu menyinari kehidupan Ibu dan semua orang yang menyayangimu. Kau bak mentari yang menyinari dunia. Sinarmu terang bak cahaya surga yang dititiskan Allah untukmu.

Nak, kalian adalah anak perempuan yang selalu Ibu harapkan untuk selalu menjaga kehormatanmu sebagai perempuan. Jangan kau rendahkan derajatmu sebagai kaum Hawa. Tutuplah auratmu, jangan kau umbar kepada kaum Adam. Jangan kau biarkan kaum laki-laki bebas menikmati tubuhmu, sehingga derajatmu sebagai kaum wanita sudah tak ada harganya.

Nak, jika kau mencintai laki-laki. Cintailah ia karena Allah. Carilah pasangan yang pantas untukmu, yang memang pantas menjadi imam dalam keluargamu kelak. Ibu tidak akan pernah memaksakan kehendak anak-anak ibu, namun bolehkah ibu meminta kalian tentang hal ini? Karena ibu ingin kalian menjadi anak-anak yang sholehah.

Catatan Penting untuk Perempuan :
Jagalah kehormatanmu, jangan kau rendahkan derajatmu sebagai kaum wanita. Jaga amanah dari kedua orang tuamu dan jangan sampai kau biarkan air mata kedua orang tuamu menetes walaupun hanya setetes. Karena air mata orang tua, terutama Ibu. Itu akan jadi bencana untuk dirimu, wahai wanita.

Lampung, 29 Juli 2015