Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Sabtu, 15 Oktober 2016

Panti Nurul Islam Peringati Hari Santri Nasional

Panti Asuhan Nurul Islam
Cabang Way Muli - Lampung Selatan
Mengadakan Acara untuk Memperingati Hari Santri yang Bertepatan pada Tanggal 22 Oktober 2016




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Beberapa bulan yang lalu Panti Asuhan Nurul Islam mengadakan launching Saung Ilmu bersama kakak-kakak AdaDaya Lampung Selatan.

Kali ini dalam memperingati hari Santri Nasional yang ditetapkan pada tanggal 22 Oktober. Untuk memeriahkan hari yang penting itu, para santri memberikan penampilan/pertunjukan drama musikal yang berjudul "Sandaran Hati" (Salam Kenal dari Panti di Hari Santri).

Selain itu ada celebrate hari santri, dan photo booth seasonnya juga loh. 😱😍😍😘

Acara tersebut akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : Saturday Night, 22 Oktober 2016
Jam : 08.00 PM
Tempat : Desa Pangkul, Kec. Rajabasa, Kab. Lampung Selatan (Panti Asuhan Nurul Islam Cabang Way Muli Lampung Selatan)

Support us with donate :
Rek. BNI 0394806952
a.n Ani Riyani Sekar Wulan

More info :
0878 9990 8011 / 0822 8213 2291

Mohon dukungannya untuk Panti Asuhan Nurul Islam Cabang Way Muli-Lampung Selatan, dalam rangka memperingati hari Santri Nasional. Apapun bentuk dukungan yang kalian berikan sangat berarti untuk mereka, baik dalam segi materi, doa, ataupun menyebar luas info ini. Semoga acaranya berjalan dengan baik. Untuk donasi berupa uang, silakan kirim ke nomor rekening yang tertera diinfo. Thank's untuk dukungannya. Semoga Allah membalas kebaikan yang diberikan. 😊

Catatan Hati Kedua Orang Tua

Catatan Hati Kedua Orang Tua
Oleh Irma Dewi Meilinda



Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, jangan kecewakan kedua orang tuamu. Sejak dalam kandungan seorang Ibu, kedua orang tua selalu berharap anak yang akan lahir, terlahir menjadi sosok malaikat yang baik hatinya, mempunyai tutur kata yang lembut, dan mempunyai prilaku yang sopan santun.

Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, di saat kau masih balita. Senyum tawamu membuat hati senang, damai dan tenteram. Senyuman bak malaikat yang turun dari surga yang dititipkan kepada kami. Perhatian dan kasih sayang yang kami berikan kepadamu bak permata hati yang tak dapat digantikan oleh apapun bentuknya. Kehormatanmu bak mahkota raja yang harus dihargai dengan rasa hormat. Kebanggan kami menjadi kedua orang tuamu, jikalau engkau berbakti kepada kami.

Anak-anakku yang kami sayangi dan kami banggakan, kami tak pernah meminta apapun itu untuk kau berikan kepada kami dalam alasan apapun itu. Yang kami inginkan hanya kau selalu berbakti kepada orang tua, menghormati orang lain, menjadi orang yang kuat dan sabar, berprilaku yang baik dan sopan, selalu ingat Allah (Rajin Ibadah), serta kami meminta kepadamu; jangan abaikan semua nasehat-nasehat yang kami berikan untukmu. Semua itu semata-mata agar permata hati kami selalu menjadi kebanggan semua orang. 

Catatan Penting :
Ketika kedua orang tua sedang memberikan nasehat untukmu, cobalah dengarkan. Jangan kau abaikan nasehat kedua orang tuamu, karena tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anak-anaknya. Semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Jika kau mengabaian nasehat mereka, maka hati kedua orang tuamu akan menjadi rapuh, sedih dan kecewa. Bahagiakanlah mereka selagi mereka masih hidup, sebelum kau menyesali karena pernah mengabaikan nasehat-nasehat yang mereka berikan.

Lampung, 29 Juli 2015

Nasihat Seorang Ibu Kepada Anak Perempuannya

Nasihat Seorang Ibu
Kepada Anak Perempuannya
Oleh Irma Dewi Meilinda



Nak, Ibu yang sudah mulai menua ini hanya ingin melihat kalian bahagia. Dalam dekapan seorang Ibu, membelai mesra dan lembut anak-anaknya. Ibu yang tak habis memberikan tenaga dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Selalu memanjakan anak-anaknya, dan menasehati mereka agar tak salah jalan.

Nak, Ibu yang sudah tua renta ini. Tak dapat lagi menopang tubuh ini saat berjalan. Tak sekuat kalian yang masih muda. Tiada ibu yang tidak bangga jika anak-anaknya menjadikan kebanggan untuk keluarga dan masyarakat.

Nak, dirimu bak bidadari yang dirindukan surga. Bak cahaya yang selalu menyinari kehidupan Ibu dan semua orang yang menyayangimu. Kau bak mentari yang menyinari dunia. Sinarmu terang bak cahaya surga yang dititiskan Allah untukmu.

Nak, kalian adalah anak perempuan yang selalu Ibu harapkan untuk selalu menjaga kehormatanmu sebagai perempuan. Jangan kau rendahkan derajatmu sebagai kaum Hawa. Tutuplah auratmu, jangan kau umbar kepada kaum Adam. Jangan kau biarkan kaum laki-laki bebas menikmati tubuhmu, sehingga derajatmu sebagai kaum wanita sudah tak ada harganya.

Nak, jika kau mencintai laki-laki. Cintailah ia karena Allah. Carilah pasangan yang pantas untukmu, yang memang pantas menjadi imam dalam keluargamu kelak. Ibu tidak akan pernah memaksakan kehendak anak-anak ibu, namun bolehkah ibu meminta kalian tentang hal ini? Karena ibu ingin kalian menjadi anak-anak yang sholehah.

Catatan Penting untuk Perempuan :
Jagalah kehormatanmu, jangan kau rendahkan derajatmu sebagai kaum wanita. Jaga amanah dari kedua orang tuamu dan jangan sampai kau biarkan air mata kedua orang tuamu menetes walaupun hanya setetes. Karena air mata orang tua, terutama Ibu. Itu akan jadi bencana untuk dirimu, wahai wanita.

Lampung, 29 Juli 2015

Minggu, 28 Agustus 2016

Lampung Menulis dan Tebarkan Virus Literasi

Lampung Menulis dan Tebarkan Virus Literasi
Karya : Irma Dewi Meilinda



Dari judul saja, orang berpikir kalau mereka yang belajar belum bisa menulis bahkan tidak tahu mana 'a', 'b', dan seterusnya. Padahal bukan itu! Konsepnya memang sama, mengenalkan kata untuk membentuk suatu kalimat yang lugas dan logis agar mudah ditelaah masyarakat.

Di sini kita sedang membahas bagaimana menulis yang baik. Menulis apa? Menulis puisi, cerpen, novel dan sejenisnya. Dan yang harus diketahui, Penulis yang baik adalah seseorang yang bisa menerima kritikan dan saran dari orang lain. Benar apa benar? Karena apa? Karena bagaimana kita bisa tahu, bahwa terdapat kesalahan dalam tulisan kita kalau tidak ada yang memberikan masukan. Entah itu tulisan kurang menarik, EyD/EBI yang tidak sesuai, atau jalan cerita terlalu berbelit-belit. Iya kan? Iya dong. Menulis bukan hanya sekadar menulis, tapi ada konsep tersendiri untuk membentuk suatu tulisan yang lebih baik.

Seorang penulis juga perlu membaca, jangan hanya menulis tapi wawasan tidak ada. Lah, bagaimana kamu bisa menciptakan suatu karya jika kamu tidak memahami konsep yang akan diterapkan. Setuju?

Saya pun sebagai penulis yang masih terbilang standar lah ya, masih butuh bimbingan dari orang lain. Maka dari itu, saya sering belajar dari mereka yang ingin berbagi ilmu. Mengikuti pelatihan menulis/seminar, sharing dengan anggota komunitas penulis, belajar dari buku, internet atau yang bisa membangkitkan keinginan untuk tetap menulis. Tanpa penulis, buku tidak akan pernah tercipta. Jadi jika penulis tidak ada, bagaimana anak-anak yang sekolah? Dapat dari mana mereka ilmu? Guru? Apakah guru saja cukup jika beliau pun tidak tahu apa yang akan diajarkan karena tidak ada panduan (buku).

Bagi penulis pemula, saya sarankan jangan dulu terpaku pada aturan-aturan yang ada, tulislah apa yang akan Anda tulis. Dan untuk tahu apakah tulisan kalian bagus atau tidak, mintalah kritik dan saran dari orang lain. Sebab, suatu karya akan menjadi lebih baik jika terdapat kritikan, tentunya kritikan yang membangun. Seorang penulis pun biasanya memiliki imajinasi yang tinggi agar bisa menggambarkan keadaan dan menuangkan ke dalam bentuk tulisan.

"Sebab menulis adalah berjuang." @asmanadia
"Menggali potensi melalui tekad yang kuat adalah tujuan untuk mencapai kesuksesan." @irmadewimeilinda

Pertemuan pertama pada Kelas Menulis di Panti Nurul Islam hari ini cukup baik, antusias mereka untuk menggali ilmu dalam menulis sungguh luar biasa. Jika terus diasah, saya yakin--mereka akan menjadi penulis-penulis best seller bahkan mega best seller. Terus liarkan imajinasimu! Semangat, adik-adikku.

Mulai dari sekarang, mari gerakkan hati untuk membaca dan menulis. Orang yang bermanfaat adalah dia yang mau berbagi ilmu pengetahuan. Meskipun dia sudah tiada, tapi namanya akan selalu dikenang. Setuju?

Sabtu, 04 Juni 2016

Aroma Dusta di Secangkir Cinta



Aroma Dusta di Secangkir Cinta
Karya  : Ayub Kumalla

Dengarlah …
Kulihat di angkasa bintang berpasang-pasangan
Membentuk rasi nan indah di malam yang sunyi
Aku  purnama malam yang sendiri,
yang terkadang tertutup mega yang tipis
Bintang berpasangan begitu mesra,
sementara purnama malam menyinari dunia
Dengan sinarnya yang meredup …
Meskipun purnama mampu menyinari malam,
tapi dia ‘tak mampu menerangi hatinya
Begitu pula aku …
Sajakku kacau!
Diksiku tiada berarti ...
Namun kini ...
Dirimu datang mengahampi
Aku bagai malam mendekati pagi
Ketika dahulu kutemui
Aroma dusta di secangkir cinta
Kini semua tampak seperti berbeda
Senyuman luka …
Terganti canda ceria …
Terimakasih ibunda
Kini kunikmati secangkir cinta,
bersama sepotong cerita

Bandar Lampung, 06 April 2016

Ayub Kumalla lahir di Kota Dalam, 25 Mei 1997.Email   : Ayubdvikerz@gmail.comMotto  : "Sukses berawal dari mimpi"

Wanita Penginspirasi



Wanita Penginspirasi
Karya  : Deksa Ira Lindriyati

Di Jumat siang itu,
Hijab kuning yang kau kenakan
Membuat diriku memerhatikanmu
Engkau datang mambawa sejuta ilmu
Sapaanmu yang lembut meneduhkan hati
Pembawaanmu yang menghipnotis ruangan ini
Menjadikan suasana semakin hidup
Canda tawamu pun melekat erat disetiap langkahku
Sejuta kenyamanan kau hantarkan
Engkau tak kikir ilmu
Segelintir pengalaman menulis kau utarakan
Menginspirasi orang lain untuk terus menulis
Wahai-wanita penginspirasi
Sudah banyak pahit manis yang kau rasakan dalam menulis
Tetapi tak sedikit pun urung niatmu untuk menulis
Kau selalu membagi senyuman manis itu
Senyum titis di ujung bibir menjadi saksi
Kerja kerasmu selama ini

Bandar Lampung, 07 April 2016



Deksa Ira Lindriyati cita-cita ingin menjadi dosen Al-Quran Hadist dan sekaligus Motivator Nasional.

Cerita Tanpa Kata



Cerita Tanpa Kata
Karya : Hian Alysya

Kita bersua
Kita bercakap-cakap
Kita mengenal
Kita berbagi

    Tapi ...
    Apa yang ingin kutuliskan?

        Bait-bait syair tak mampu menjelma
        Dan tergugu jiwa dalam kebimbangan
        Hingga dalam keresahan
        Kutatapi para pujangga

            Ah ...
            Aku mengerti
            Ini lah gelora yang lama tak kutemui
            Begitu manis dengan sebuah cerita
            Tanpa perlu berkata-kata

Bandar Lampung, 25 Maret 2016

Sajak Sehari untuk Hanami

OPEN PRE ORDER! (4 -18 Juni 2016)
Buku terbit hasil dari lomba menulis puisi dan cerpen tema Selamat Ulang Tahun



Judul : Sajak Sehari untuk Hanami 
Penulis : Irma Dewi Meilinda, Rokhayati, dkk
Kategori : Antologi Puisi
Editor : Rahmy Madina
Desain Sampul : Rio Suryow
Tata Letak : Arial Ratih
ISBN : (dalam proses)

Harga :
Rp 32.000,- untuk penulis
Rp 36.000,- untuk umum

Cetakan pertama, Juli 2016

Diterbitkan oleh:
Penerbit Hanami
Jalan Seroja, Karangayu RT 03 RW 03, Cepiring, Kendal
Jawa Tengah 51352
Tlp. 08989051690
Email: penerbit.hanami@gmail.com

Format Pemesanan:
Nama_Alamat Lengkap dan Kode Pos_Judul Buku_Jumlah Buku_No HP
Kirim SMS/WA ke 08989051690 atau BBM 5B0A703F
(dibalas pada jam kerja Senin-Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB)

*) Free sertifikat cetak untuk penulis yang memesan minimal 2 eksemplar (boleh buku yang sama, boleh dicampur dengan buku Cerita Lilin kepada Hanami) 
*) Dikarenakan open pre order menjelang bulan puasa maka buku dicetak dan dikirim setelah lebaran

Para Penulis :
Hawin Nurhayati, Sarah Jauzaa, Sera Sri Wulan, Rita Rahmadani, Erma Wijayanti, Rokhayati, Niswatun Khasanah, Erwanti Wahyu, Junianto Tri Bakti, Rofi Fify, Novrendina Prasastiningtyas, Agnes Ariani, Fandy Akhmad, Rianda Prawira, Sefira Salsabila, Rifky Nafi Dewagung, Irham Nur Lillah, Arief Rahmanto, Andri Cahya, Beny Firmansyah, Ariza Qanita, Lilis Sakinah, Millati Ishaq, Pino Rinando, Syifa Astasia Utari, Rio Suryowibowo, Shahrisah. S (Syareen), Umiy Kalsum, Dyah Purbo Arum Larasati, Amalia Dwi Arti, Ghea Rahma, Defi Julayta, Hanik Rahmawati, Yusita Fatmawati, Yeni Wulansari, Astri Gencari Ramadhani, Pratiwi Nur Zamzani, Siti Ayuna Hutabarat, Muhammad Iskandar, Refi Nafilatul Iflah, Muhrodin AM, Oktaviana Meuthia Tharasya, Pungki Nurdiani, Ahmad Fikri Syifaul Munziat, Anna Rakhmawati, Yulinda Risma Raras Dwi Wiyono, Yuan Adelintang Kurniadita, Novita, Mulyono Ardiansyah, Rhaa Azhar, Ummu Zulaichah, Melisa Citra Dewi, A. Sholahuddin, Winni Siti Alawiah, Yaumil Wafa Aulia, Syahrul Fauzan, Khayatul Makky, An Nisa Zisma, Sunarsih, Sulastri, Moh. Fatkhurrozzaaqil Khabiibi, Tika Nurhidayah, Nurman Aryanto, Fuzi Muchlissoh, Aronnie, Yayang Filla Ardhinata, Danarti Purwaningrum, Santi Fatdila, Salzawannur Af Fronzy, Nur Faizah, Faqih Nur Fahmi Charis Surindra, Febri Aldi M, Asmanah, Syifa An-Nabila, Putry Kata, Muhammad Ilyas, Shara Nurrahmi, Alandra Anas Athallah, Laraswati, Mita Prancinitia, Benny Putra Pratama, Novi Nurul Imanah, Cahaya, Neng Desi Nurdiati, Sri Wulan Rezeki, Alvin Dwi Nanda, Nurul Sukmawati, Amanda Julianti Runansari, Hidayatun Hairiyah, Indah Puspita Ashari, Quratul Aini, Dwi Yunita.R (Yooni), Heni Safitri, Ardimas Pramudana, Daryati, Rival Soekamta, Afrinal Firmanda, Irasdiva, Irma Dewi Meilinda, Arial Ratih

Rabu, 18 Mei 2016

Kopdar Perdana

Kopdar Perdana




Kupandangi jalan itu
Yang dihiasi desingan dan gemuruh
Khayalku menerawang langit yang biru
Dan terbesit harapan dan semangat baru

Karena kini, aku tertunduk bersama mereka
Dalam suasana kekeluargaan yang ceria
Dan kutemukan damai dalam pertemuan ini
Yang kini telah merasuk ke dalam jiwa dan hati

Perkataan yang syarat dengan pembelajaran
Membangkitkan jiwa dalam semangat dan harapan
Belajar dan berkarya, kini jadi tujuan
Untuk meraih mimpi indah di masa depan

Pertemuan yang 'kan jadi sejarah langkah awal perjuangan
Di mana semua bermula dan terbingkai manis dalam kenangan
'Kan kuingat ilmu dan saran yang kalian katakan
Dan 'kan selalu kujadikan bahan belajar serta renungan

'Tuk mendewasakan diri dalam dunia pena
Dan menjadi pribadi yang lebih bijaksana
Dalam selimut dunia demokrasi
Dan terus berkarya di bumi pertiwi

Lampung, 25 Maret 2016

Pertemuan Perdana

Pertemuan Perdana
Karya : Kiki Nurulhuda



Di tengah lantunan syair nan merdu
Di bawah indahnya langit biru nan pesona
Di sini dan di tempat ini
Aku dan dia dipertemukan
Bersama para sahabat pena
Membentuk satu barisan merancang masa depan
Merajut sebuah ukhuwah islamiyah

Biarkanlah langit menjadi saksi
Dalam pertemuan kopdar perdana ini
Pertemuan yang menghadirkan sebuah cinta
Pertemuan yang menghadirkan rajutan kasih

Oh ...
Kopdar perdanaku
Pertemuan singkat
Namun sangat bermakna


Lampung, 25 Maret 2016

Selasa, 17 Mei 2016

Syair Kopdar Perdana

Syair Kopdar Perdana
oleh : Ayub Kumalla


syair-kopdar-perdana

Layaknya sebuah gugusan bintang
Membentang dari pagi hingga petang
Layaknya sebuah Alpha Centauri
Indahnya cahaya hingg pagi

Layaknya sebuah planet di galaksi Bima Sakti
Kuharapkan perkumpulan ini menjadi bukti
Adanya barisan para kesatria pena,
di dalam bumi ini

Syair-syairku memiliki arti,
tak bersajak, juga berduri ...
Aksioma-aksiomaku menari,
dalam harapan nan pasti ...

Semoga ...
Dan semoga ...
Kopdar perdana ini,
menjadi sebuah cerita ...

Bumi akan menjadi saksi
Dari awal perkumpulan ini
Bumi pun bercerita ...
Lantunan syair; kopdar perdana

Lampung, 25 Maret 2016