Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Minggu, 28 Agustus 2016

Lampung Menulis dan Tebarkan Virus Literasi

Lampung Menulis dan Tebarkan Virus Literasi
Karya : Irma Dewi Meilinda



Dari judul saja, orang berpikir kalau mereka yang belajar belum bisa menulis bahkan tidak tahu mana 'a', 'b', dan seterusnya. Padahal bukan itu! Konsepnya memang sama, mengenalkan kata untuk membentuk suatu kalimat yang lugas dan logis agar mudah ditelaah masyarakat.

Di sini kita sedang membahas bagaimana menulis yang baik. Menulis apa? Menulis puisi, cerpen, novel dan sejenisnya. Dan yang harus diketahui, Penulis yang baik adalah seseorang yang bisa menerima kritikan dan saran dari orang lain. Benar apa benar? Karena apa? Karena bagaimana kita bisa tahu, bahwa terdapat kesalahan dalam tulisan kita kalau tidak ada yang memberikan masukan. Entah itu tulisan kurang menarik, EyD/EBI yang tidak sesuai, atau jalan cerita terlalu berbelit-belit. Iya kan? Iya dong. Menulis bukan hanya sekadar menulis, tapi ada konsep tersendiri untuk membentuk suatu tulisan yang lebih baik.

Seorang penulis juga perlu membaca, jangan hanya menulis tapi wawasan tidak ada. Lah, bagaimana kamu bisa menciptakan suatu karya jika kamu tidak memahami konsep yang akan diterapkan. Setuju?

Saya pun sebagai penulis yang masih terbilang standar lah ya, masih butuh bimbingan dari orang lain. Maka dari itu, saya sering belajar dari mereka yang ingin berbagi ilmu. Mengikuti pelatihan menulis/seminar, sharing dengan anggota komunitas penulis, belajar dari buku, internet atau yang bisa membangkitkan keinginan untuk tetap menulis. Tanpa penulis, buku tidak akan pernah tercipta. Jadi jika penulis tidak ada, bagaimana anak-anak yang sekolah? Dapat dari mana mereka ilmu? Guru? Apakah guru saja cukup jika beliau pun tidak tahu apa yang akan diajarkan karena tidak ada panduan (buku).

Bagi penulis pemula, saya sarankan jangan dulu terpaku pada aturan-aturan yang ada, tulislah apa yang akan Anda tulis. Dan untuk tahu apakah tulisan kalian bagus atau tidak, mintalah kritik dan saran dari orang lain. Sebab, suatu karya akan menjadi lebih baik jika terdapat kritikan, tentunya kritikan yang membangun. Seorang penulis pun biasanya memiliki imajinasi yang tinggi agar bisa menggambarkan keadaan dan menuangkan ke dalam bentuk tulisan.

"Sebab menulis adalah berjuang." @asmanadia
"Menggali potensi melalui tekad yang kuat adalah tujuan untuk mencapai kesuksesan." @irmadewimeilinda

Pertemuan pertama pada Kelas Menulis di Panti Nurul Islam hari ini cukup baik, antusias mereka untuk menggali ilmu dalam menulis sungguh luar biasa. Jika terus diasah, saya yakin--mereka akan menjadi penulis-penulis best seller bahkan mega best seller. Terus liarkan imajinasimu! Semangat, adik-adikku.

Mulai dari sekarang, mari gerakkan hati untuk membaca dan menulis. Orang yang bermanfaat adalah dia yang mau berbagi ilmu pengetahuan. Meskipun dia sudah tiada, tapi namanya akan selalu dikenang. Setuju?

Sabtu, 04 Juni 2016

Aroma Dusta di Secangkir Cinta



Aroma Dusta di Secangkir Cinta
Karya  : Ayub Kumalla

Dengarlah …
Kulihat di angkasa bintang berpasang-pasangan
Membentuk rasi nan indah di malam yang sunyi
Aku  purnama malam yang sendiri,
yang terkadang tertutup mega yang tipis
Bintang berpasangan begitu mesra,
sementara purnama malam menyinari dunia
Dengan sinarnya yang meredup …
Meskipun purnama mampu menyinari malam,
tapi dia ‘tak mampu menerangi hatinya
Begitu pula aku …
Sajakku kacau!
Diksiku tiada berarti ...
Namun kini ...
Dirimu datang mengahampi
Aku bagai malam mendekati pagi
Ketika dahulu kutemui
Aroma dusta di secangkir cinta
Kini semua tampak seperti berbeda
Senyuman luka …
Terganti canda ceria …
Terimakasih ibunda
Kini kunikmati secangkir cinta,
bersama sepotong cerita

Bandar Lampung, 06 April 2016

Ayub Kumalla lahir di Kota Dalam, 25 Mei 1997.Email   : Ayubdvikerz@gmail.comMotto  : "Sukses berawal dari mimpi"

Wanita Penginspirasi



Wanita Penginspirasi
Karya  : Deksa Ira Lindriyati

Di Jumat siang itu,
Hijab kuning yang kau kenakan
Membuat diriku memerhatikanmu
Engkau datang mambawa sejuta ilmu
Sapaanmu yang lembut meneduhkan hati
Pembawaanmu yang menghipnotis ruangan ini
Menjadikan suasana semakin hidup
Canda tawamu pun melekat erat disetiap langkahku
Sejuta kenyamanan kau hantarkan
Engkau tak kikir ilmu
Segelintir pengalaman menulis kau utarakan
Menginspirasi orang lain untuk terus menulis
Wahai-wanita penginspirasi
Sudah banyak pahit manis yang kau rasakan dalam menulis
Tetapi tak sedikit pun urung niatmu untuk menulis
Kau selalu membagi senyuman manis itu
Senyum titis di ujung bibir menjadi saksi
Kerja kerasmu selama ini

Bandar Lampung, 07 April 2016



Deksa Ira Lindriyati cita-cita ingin menjadi dosen Al-Quran Hadist dan sekaligus Motivator Nasional.

Cerita Tanpa Kata



Cerita Tanpa Kata
Karya : Hian Alysya

Kita bersua
Kita bercakap-cakap
Kita mengenal
Kita berbagi

    Tapi ...
    Apa yang ingin kutuliskan?

        Bait-bait syair tak mampu menjelma
        Dan tergugu jiwa dalam kebimbangan
        Hingga dalam keresahan
        Kutatapi para pujangga

            Ah ...
            Aku mengerti
            Ini lah gelora yang lama tak kutemui
            Begitu manis dengan sebuah cerita
            Tanpa perlu berkata-kata

Bandar Lampung, 25 Maret 2016

Sajak Sehari untuk Hanami

OPEN PRE ORDER! (4 -18 Juni 2016)
Buku terbit hasil dari lomba menulis puisi dan cerpen tema Selamat Ulang Tahun



Judul : Sajak Sehari untuk Hanami 
Penulis : Irma Dewi Meilinda, Rokhayati, dkk
Kategori : Antologi Puisi
Editor : Rahmy Madina
Desain Sampul : Rio Suryow
Tata Letak : Arial Ratih
ISBN : (dalam proses)

Harga :
Rp 32.000,- untuk penulis
Rp 36.000,- untuk umum

Cetakan pertama, Juli 2016

Diterbitkan oleh:
Penerbit Hanami
Jalan Seroja, Karangayu RT 03 RW 03, Cepiring, Kendal
Jawa Tengah 51352
Tlp. 08989051690
Email: penerbit.hanami@gmail.com

Format Pemesanan:
Nama_Alamat Lengkap dan Kode Pos_Judul Buku_Jumlah Buku_No HP
Kirim SMS/WA ke 08989051690 atau BBM 5B0A703F
(dibalas pada jam kerja Senin-Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB)

*) Free sertifikat cetak untuk penulis yang memesan minimal 2 eksemplar (boleh buku yang sama, boleh dicampur dengan buku Cerita Lilin kepada Hanami) 
*) Dikarenakan open pre order menjelang bulan puasa maka buku dicetak dan dikirim setelah lebaran

Para Penulis :
Hawin Nurhayati, Sarah Jauzaa, Sera Sri Wulan, Rita Rahmadani, Erma Wijayanti, Rokhayati, Niswatun Khasanah, Erwanti Wahyu, Junianto Tri Bakti, Rofi Fify, Novrendina Prasastiningtyas, Agnes Ariani, Fandy Akhmad, Rianda Prawira, Sefira Salsabila, Rifky Nafi Dewagung, Irham Nur Lillah, Arief Rahmanto, Andri Cahya, Beny Firmansyah, Ariza Qanita, Lilis Sakinah, Millati Ishaq, Pino Rinando, Syifa Astasia Utari, Rio Suryowibowo, Shahrisah. S (Syareen), Umiy Kalsum, Dyah Purbo Arum Larasati, Amalia Dwi Arti, Ghea Rahma, Defi Julayta, Hanik Rahmawati, Yusita Fatmawati, Yeni Wulansari, Astri Gencari Ramadhani, Pratiwi Nur Zamzani, Siti Ayuna Hutabarat, Muhammad Iskandar, Refi Nafilatul Iflah, Muhrodin AM, Oktaviana Meuthia Tharasya, Pungki Nurdiani, Ahmad Fikri Syifaul Munziat, Anna Rakhmawati, Yulinda Risma Raras Dwi Wiyono, Yuan Adelintang Kurniadita, Novita, Mulyono Ardiansyah, Rhaa Azhar, Ummu Zulaichah, Melisa Citra Dewi, A. Sholahuddin, Winni Siti Alawiah, Yaumil Wafa Aulia, Syahrul Fauzan, Khayatul Makky, An Nisa Zisma, Sunarsih, Sulastri, Moh. Fatkhurrozzaaqil Khabiibi, Tika Nurhidayah, Nurman Aryanto, Fuzi Muchlissoh, Aronnie, Yayang Filla Ardhinata, Danarti Purwaningrum, Santi Fatdila, Salzawannur Af Fronzy, Nur Faizah, Faqih Nur Fahmi Charis Surindra, Febri Aldi M, Asmanah, Syifa An-Nabila, Putry Kata, Muhammad Ilyas, Shara Nurrahmi, Alandra Anas Athallah, Laraswati, Mita Prancinitia, Benny Putra Pratama, Novi Nurul Imanah, Cahaya, Neng Desi Nurdiati, Sri Wulan Rezeki, Alvin Dwi Nanda, Nurul Sukmawati, Amanda Julianti Runansari, Hidayatun Hairiyah, Indah Puspita Ashari, Quratul Aini, Dwi Yunita.R (Yooni), Heni Safitri, Ardimas Pramudana, Daryati, Rival Soekamta, Afrinal Firmanda, Irasdiva, Irma Dewi Meilinda, Arial Ratih

Rabu, 18 Mei 2016

Kopdar Perdana

Kopdar Perdana




Kupandangi jalan itu
Yang dihiasi desingan dan gemuruh
Khayalku menerawang langit yang biru
Dan terbesit harapan dan semangat baru

Karena kini, aku tertunduk bersama mereka
Dalam suasana kekeluargaan yang ceria
Dan kutemukan damai dalam pertemuan ini
Yang kini telah merasuk ke dalam jiwa dan hati

Perkataan yang syarat dengan pembelajaran
Membangkitkan jiwa dalam semangat dan harapan
Belajar dan berkarya, kini jadi tujuan
Untuk meraih mimpi indah di masa depan

Pertemuan yang 'kan jadi sejarah langkah awal perjuangan
Di mana semua bermula dan terbingkai manis dalam kenangan
'Kan kuingat ilmu dan saran yang kalian katakan
Dan 'kan selalu kujadikan bahan belajar serta renungan

'Tuk mendewasakan diri dalam dunia pena
Dan menjadi pribadi yang lebih bijaksana
Dalam selimut dunia demokrasi
Dan terus berkarya di bumi pertiwi

Lampung, 25 Maret 2016

Pertemuan Perdana

Pertemuan Perdana
Karya : Kiki Nurulhuda



Di tengah lantunan syair nan merdu
Di bawah indahnya langit biru nan pesona
Di sini dan di tempat ini
Aku dan dia dipertemukan
Bersama para sahabat pena
Membentuk satu barisan merancang masa depan
Merajut sebuah ukhuwah islamiyah

Biarkanlah langit menjadi saksi
Dalam pertemuan kopdar perdana ini
Pertemuan yang menghadirkan sebuah cinta
Pertemuan yang menghadirkan rajutan kasih

Oh ...
Kopdar perdanaku
Pertemuan singkat
Namun sangat bermakna


Lampung, 25 Maret 2016

Selasa, 17 Mei 2016

Syair Kopdar Perdana

Syair Kopdar Perdana
oleh : Ayub Kumalla


syair-kopdar-perdana

Layaknya sebuah gugusan bintang
Membentang dari pagi hingga petang
Layaknya sebuah Alpha Centauri
Indahnya cahaya hingg pagi

Layaknya sebuah planet di galaksi Bima Sakti
Kuharapkan perkumpulan ini menjadi bukti
Adanya barisan para kesatria pena,
di dalam bumi ini

Syair-syairku memiliki arti,
tak bersajak, juga berduri ...
Aksioma-aksiomaku menari,
dalam harapan nan pasti ...

Semoga ...
Dan semoga ...
Kopdar perdana ini,
menjadi sebuah cerita ...

Bumi akan menjadi saksi
Dari awal perkumpulan ini
Bumi pun bercerita ...
Lantunan syair; kopdar perdana

Lampung, 25 Maret 2016

Selasa, 05 April 2016

Menambah Wawasan Kepenulisan Bersama KPKers Lampung

KOPDAR KEDUA
KOMUNITAS PENULIS KREATIF LAMPUNG
oleh Ayub Kumalla




Lampung - Komunitas Penulis Kreatif (KPK) pada Kamis (31/03/2016) mengadakan kopi darat (Kopdar) kedua dengan pembahasan “Wawasan kepenulisan khususnya di bidang puisi dan quote serta sharing bersama” yang diikuti oleh sekitar 14 anggota dari berbagai kalangan di Lampung. Tampil sebagai pemateri dalam diskusi ini adalah Pipit Era  Martina. Beliau adalah salah satu anggota dari Wahid news yang berpengalaman dalam bidang artikel dan ia termasuk penulis yang produktif.

Kopdar kedua yang berlangsung di IAIN Raden Intan Lampung ini bertujuan untuk menjalin rasa kekeluargaan dan memberi wawasan kepenulisan untuk meningkatkan keterampilan para anggota komunitas ini sendiri. Para anggota dalam Kopdar kedua ini terlihat begitu antusias mendengar penjelasan-penjelasan dan solusi mengenai permasalahan-permasalahan ketika ia menulis.

Pada kesempatan tersebut, Pipit Era Martina mengatakan bahwa menulis itu suatu hal yang bermanfaat jika di niatkan dengan “C.I.N.T.A”, maksudnya adalah di zaman ini banyak penulis yang menulis hanya karena mencari kepopuleran dan untuk bisnis semata.

Quote_KOPDAR :
Jangan pernah takut bermimpi !
Bermimpilah kalian setinggi mungkin bahkan hingga menembus langit, percayalah… Jikalau jatuhpun kita akan terjatuh diantara bintang-bintang. ^-^

Dalam kopdar kedua ini pula, Budi Priadi (Pecinta literasi) membantu pemateri menjelaskan bagaimana cara membuat puisi itu indah dan cara mencari kata kiasan atau diksi yang jarang kita dengar. Banyak anggota yang baru mengetahui bahwa selain Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ada juga kamus Centaurus yang berisi kata-kata kiasan yang cocok untuk para pencinta puisi.

Di sisi lain, Ayub Kumalla (Anggota Kpk Lampung) menjelaskan cara dia dalam pengolahan puisi dengan cara membuat ranting kata. Menurutnya, “Ranting kata sangat berguna dalam hal berpuisi, apalagi ketika seorang penulis memiliki jadwal padat. Penulis hanya perlu membuat ranting kata terlebih dahulu sehingga ia mampu mengingat minimal 60% apa yang ia ingin tuliskan pada waktu yang lalu.”

“Puisi dan quote adalah dua hal yang hampir mirip. Bedanya hanya di dalam puisi terkadang harus memainkan beberapa kata-kata kiasan dan makna dalam puisi itu sendiri ada di dalam tiap bait, tetapi quote adalah suatu tulisan yang bentuknya singkat dan padat akan makna dan tujuan di buatnya.” Catatan penulis.

Sekilas catatan mengenai Kopdar Kedua KPKers Lampung pada 31 Maret 2016.

Membangun Semangat yang Sempat Hilang


Meymey.sastra.web.id - Alhamdulillah, semangat mereka tetap berkobar meski tanpa kehadiranku, mereka tetap belajar dan belajar; mengadakan pertemuan atas izinku. Bagiku, kalian adalah sahabat, bahkan keluarga. Semoga kita semua bisa mencapai impian bersama, mengukir cerita melalui karya. Kesan dan pesan saat kopdar kedua pada tanggal 31 Maret 2016, yang diadakan di IAIN Bandarlampung telah dirangkum oleh beberapa penulis-penulis KPKers Lampung, di antaranya :

Merajut Bahagia Bersama Calon Penulis Berbakat yang Hebat


Komunitas Penulis Kreatif (KPK) Lampung yang di ketuai oleh Bunda Irma Dewi Meilinda kembali mengadakan kopdar (kopi darat) pada Kamis, 31 Maret 2016, yang bertempat di kawasan kampus IAIN. Dengan pembahasan tema “Menambah wawasan tentang Puisi dan Quote”.

Pukul 13.00 WIB, lingkaran pena melingkar di bawah teduhnya rindang pepohonan, senyumpun terlukis jelas di wajah mereka. Bersama, mendiskusikan tentang indahnya berpuisi dan mengolah kata menjadi sebuah kutipan motivasi. Dengan jumlah anggota yang mencapai 14 orang, kita berdiskusi ringan, bermula dari beberapa pertanyaan yang telah di siapkan.

Satu prinsip yang tergenggam dalam KPK, yakni “Belajar Bersama”. Hapuskan istilah senior dan junior, tidak ada kata hebat ataupun newbie, semua sama. Sama-sama belajar, menimba ilmu baru, mencari imajinasi, menggali diksi, mengolah kata, memainkan rasa, menuangkan ide, dan melahirkan karya.

Tidak ada kata ‘Tidak Bisa’ dalam proses belajar, katakanlah ‘Aku Bisa’ meski pengetahuan masih seujung jari. Dalam kopdar yang bertemakan puisi tersebut, kita mencoba mengulik permasalahan yang sering kali di temui oleh para newbie dalam memainkan rasa dalam sebuah kata. Salah satu yang sering di alami ialah ‘mentok’, kehabisan ide ketika tengah berjalan merangkai sebuah kata.

Di bimbing Febri Nurul Hikmah, Budi Priadi dan Ayub Kumalla, mereka sedikit menemukan titik cahaya di dalam kegelapan. Meski masih tersisa guratan bingung pada wajah mereka, setidaknya lukisan senyuman yang terukir indah tidak terlepad dari wajah mereka. Satu kata yang diucapkan secara indah oleh Ananda Ayub Kumalla, “No action nothing happen, take action miracle happen” yang memiliki makna, jika kamu tidak bertindak, maka tidak akan terjadi apapun dan ketika kamu bertindak, maka keajaiban itu akan datang menghampiri.

Pun dalam kopdar kamis lalu, saya mengatakan tentang adanya kekuatan di dalam puisi, seperti yang di sampaikan oleh salah satu penyair dari Amerika, yakni Emili Elizabeth Dekinson yang berkata, “Ketika kamu membaca sebuah teks dalam keadaan tubuh yang dingin dan seketika itu tubuhmu menjadi hangat, itu berarti kamu sedang membaca puisi.”

Berikut anggapan mereka tentang rangkaian kata bernama puisi : 
  1. Febri Nurul Hikmah : Puisi adalah ungkapan jiwa atau perasaan melalui kata-kata yang dirangkai. 
  2. Budi Priadi : Puisi adalah sebuah rangkaian kata yang terukir indah dan di pertanggungjawabkan. 
  3. Hendrik Candra : Puisi adalah tentang menyampaikan perasaan dan emosi melalui rangkaian kata. 
  4. Adila Amalia : Puisi adalah sebuah kata yang tersirat serta memiliki makna yang mendalam. 
  5. Kiki Nurul Huda : Puisi adalah sebuah karya yang tertuang dari ungkapan hati yang di dapat dari sesuatu yang ia lihat, dengar dan apa yang ia sentuh 
  6. Dyni Aliani Putri : Puisi adalah sebuah kata yang mengungkapkan pikiran dengan penuh perasaan. 
  7. Deksa Ira Lindriyanti : Puisi adalah sebuah karya yang tertuang dengan maksud mengungkapkan perasaan. 
  8. Dina Cahyani : Puisi adalah karya yang dihasilkan dari daya khayal imajinatif penulis. 
  9. Dwi Rahmawati Putri : Puisi adalah sebuah karya yang di dalamnya berisi sebuah perasaan yang berasal dari penulis. 
  10. Evi Agustin : Puisi adalah sebuah karya yang terdiri dari beberapa kata dan kalimat yang dilengkapi dengan diksi dan majas. 
  11. Ayub Kumalla : Puisi adalah suatu ungkapan perasaan terhadap apa yang ia lihat dan ia rasa 
  12. Junaidi : Puisi adalah penyampaian perasaan senang ataupun sedih, emosi ataupun kecewa dalam sebuah rangkaian kata yang terbentuk indah. 
  13. Evi Dwi Murti : Puisi adalah karya sastra yang memiliki syair dengan serangkaian kata-kata indah. Meski singkat, tapi makna dari pandangan mereka terhadap puisi benar-benar indah. Puisi adalah sebuah ungkapan perasaan yang dirangkai dengan kata-kata, diperindah dengan rima dan Irama, dipercantik dengan diksi yang merekah, dan menjadi sebuah suntikan makna yang nyata ke dalam jiwa para pembaca. 

Note : Menulislah karena cinta, maka kamu akan bahagia bersamanya. Cintai tulisanmu, maka tulisan akan meringankan bebanmu. Hargai setiap kata yang tertuang, maka tulisan akan memberikan peghargaan pada hidupmu. C.I.N.T.A, satu kata berjuta makna, jika hati sudah bicara maka lisan tak kuasa melawan. Jika cinta telah menguasai, maka segala tindakan akan menghasilkan keindahan. Jadikan tulisan sebagai sumber kebahagian penebar kebaikan, bukan perusak kehidupan. Keep Fighting!

Kata mereka mengenai kopdar kedua :
Evi Dwi Murti : Alhamdulillah masih bisa mengikuti kopdar kedua, dipertemuan kali ini kita membahas tentang kendala apa saja yang sering dialami sang penulis saat sedang menulis cerpen, puisi, quote, dll. Dan dari sekian pertanyaan itu, kita semua saling berbagi solusi agar bisa memecahkan masalah yang ada diri sang penulis tersebut. Dan alhamdulilla terjawab sudah di kopdar kedua ini, semoga kita semua masih bisa mengikuti kopdar-kopdar selanjutnya yang lebih baik lagi dan lebih menarik lagi. Salam KPKers Lampung.

Junaidi : Alhamdulillah Ya Allah :) Berkumpul lagi dengan keluarga kecil bahagia, walau hanya komunitas kita semua memiliki identitas, kita belajar bersama untuk menjadi yang berkualitas. Di kopdar kedua ini alhamdulillah mendapatkan ilmu bagaimana cara membuat puisi, mencari solusi ketika kehilangan ide, cara agar percaya diri ketika ingn share tulisan kita, belajar membuat quote, saling sharing, saling memotivasi satu sama lain dan masih banyak lagi lainnya. Satu lagi, seorang penulis wajib hobi baca jika tidak ia akan kesulitan menemukan ide-ide baru, pesan bunda Irma Dewi Meilinda lewat BBM "bacalah walau hanya 1 menit".
Kawan. . .
kita semua memiliki tujuan bersama, mari kita wujudkan dan buktikan kalau kita bisa, jangan goyah dengan caci-maki yang mereka lontarkan untuk kita, sebab mereka hanya memancing amarah untuk mematikan semangat kita. Jadikan komentar pedas sebagai pacuan untuk menjadi 

lebih baik lagi dan mendapatkan hasil yang membanggakan. Mari kita taklukkan.

‪#‎Quote‬
Lift tidak bergerak cepat, melainkan lambat, tetapi lift selalu berhenti di tempat yang tepat. Maknanya: Pelan-pelan asal pasti, dan kita harus tahu dimana saatnya untuk berhenti, yaitu saat kita menutup mata.

‪#‎Pantun‬
Burung pelatuk makan capung
Badannya kurus bodinya kendur
Untuk KPKers Lampung
Maju terus pantang mundur

Ayub Kumalla‎ : Ada banyak hal di dunia ini yang memang harus bersatu, ada hal-hal yang tidak akan mungkin untuk bersatu. Pelangi contohnya, dia akan terlihat indah karena perpaduan warna yang berbeda. Coba kamu bayangkan jika pelangi hanya satu warna saja, pasti akan membosankan. Perbedaanlah yang membuatnya indah. Begitulah hidup, jika kita manusia memiliki wajah dan perangai yang sama satu sama lain. Maka dunia ini tak akan pernah bergerak, dan akan sangat monoton. Namun ada beberapa hal yang diciptakan berbeda dan tidak akan bersatu sampai kapan pun. Siang dan malam, misalnya. Siang dan malam memang harus berbeda dan memang harus terpisah, mereka tidak bisa disatukan.”